|
Penertiban prangko pertama di dunia dalam tahun
1840 yang terjadi di Inggris, adalah suatu peristiwa yang membuka lembaran baru dalam bidang pelayanan pos, dan
telah memberikan sumbangan yang tidak kecil artinya bagi umat manusia di seluruh dunia. Peristiwa yang kemudian
diikuti oleh negara-negara lainnya, telah memberikan peluang timbulnya suatu kegemaran mengumpulkan sekeping kertas
unik ini, tidak terkecuali di Indonesia.
Unifikasi dari pengumpul prangko melahirkan perkumpulan-perkumpulan filateli di seluruh dunia dengan niat utama
untuk mendalami segala sesuatu yang berhubungan dengan penerbitan prangko dan benda pos lainnya. Di Indonesia terbentuk
Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI), yang awalnya dikenal sebagai Postzegelverzamelaars Club Batavia.
Perkumpulan ini mendapat pengakuan dari penguasa setempat pada tanggal 29 Maret 1922. Aspirasi lokal di berbagai
tempat di Indonesia itu, kemudian dihimpun dalam suatu wadah menjadi gerakan terorganisasi secara nasional. Serta
diwujudkan lewat pembentukan Nederlandsch Indische Vereeniging van Postzegel Verzamelaars pada tanggal 15 Agustus
1940 sebagai lanjutan Postzegelverzamelaars Club Batavia dan berkedudukan di Jakarta.
Setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, nama perkumpulan diubah menjadi Algemene Vereeniging voor Philatelisten in Indonesia
dan kemudian pada tahun 1953 menjadi Perkumpulan Umum Philateli Indonesia. Selanjutnya pada tahun 1965 menjadi
Perkumpulan Philatelis Indonesia dan akhirnya dalam tahun 1985 menjadi Perkumpulan Filatelis Indonesia.
Untuk dapat mengikuti perkembangan-perkembangan filateli di dunia internasional, maka pada tahun 1969 Indonesia
menjadi anggota Federation Internationale de Philatelie (FIP) yang berkedudukan di Swiss. Selanjutnya pada tahun
1974 bersama-sama anggota FIP lainnya di wilayah Asia, mendirikan sebuah federasi filateli regional dengan nama
Federation of Inter-Asian Philately (FIAP) yang berkedudukan di Singapura, yang anggota-anggotanya mencakup Asia
dan Pasifik.
Perkumpulan Filatelis Indonesia sejak mula lahirnya bukanlah merupakan organisasi politik, melainkan suatu organisasi
hobi yang bersifat nasional, tidak mencari keuntungan dan terbuka untuk seluruh warga negara Indonesia pria dan
wanita, tua maupun muda, tanpa membeda-bedakan status sosial, tingkat kehidupan, kedudukan/jabatan maupun agama.
Organisasi ini bertujuan untuk memajukan dan mengembangkan filateli dalam arti seluas-luasnya di seluruh Tanah
Air serta mempererat hubungan, memperluas wawasan, menjalin persaudaraan dan persahabatan dan meningkatkan kerja
sama antara filatelis baik nasional maupun internasional.
Filateli sebagai suatu kegiatan di luar sekolah mengandung aspek pendidikan yang berdampak positif bagi pembinaan
dan pengembangan generasi muda bangsa. Oleh karena itu Perkumpulan Filatelis Indonesia berkewajiban untuk memberikan
peran serta membantu pemerintah dalam mensukseskan pembangunan nasional di bidang pembinaan dan pengembangan generasi
muda melalui kegiatan-kegiatan filateli. Untuk memperingati berdirinya perkumpulan filatelis pertama kali di bumi
Indonesia pada tanggal 29 Maret 1922 itu, maka setiap tanggal 29 Maret dijadikan Hari Filateli Indonesia.
|